Sabtu, 23 Juni 2012

Teatrikal Maha Jaya Manggala Gatha : Perayaan Waisak Keluarga Buddhayana Indonesia – Jatim

Perayaan Waisak 2556 oleh keluarga Buddhayana Indonesia dengan pagelaran seni budaya Buddhist di ballroom SSCC, Pakuwon. Tamu kehormatan KH Syaifullah Yusuf wakil gubernur Jawa Timur, bupati Mojokerto dan bupati Probolinggo bersama umat Buddha menikmati suguhan teatrikal Jaya Manggala Gatha.
Untaian lagu bernuansa Buddhis yang mengagungkan kebesaran sang Buddha membahana begitu merdu dan menyejukkan hati. Atraksi tarian maupun teatrikal yang dimainkan oleh muda-mudi vihara Buddhayana sarat pesan moral dalam mengarungi kehidupan berkeluarga serta bermasyarakat. Pembukaan pagelaran seni budaya Buddhist dibuka oleh bhiksu Nyana Dhiro dengan pemukulan tambur dan pembacaan paritta oleh bhiksu Nyanavira.


 
Dalam siraman rohaninya, bhiksu sejuta umat asal Mojokerto ini mengharapkan umat Buddha agar senantiasa introspeksi dan mawas diri. “Manusia harus memanfaatkan kesempatan hidup di dunia yang begitu singkat dengan berjuang melepaskan keterikatan dan penderitaan batin melalui berbuat kebajikan untuk membebaskan diri dari samsara. Melalui kesadaran diri dengan eling lan waspada sebagai mawas diri dan introspeksi diri melalui perenungan diri menuju pandangan terang serta kebebasan sejati Nibbana” pesan Bhiksu Viriyanadi Mahathera, Presidium Sangha Agung Indonesia. Hidup harmoni dalam berbagai keanekaragaman pun memperoleh respon positif dari Gus Ipul dengan menyanyikan lagu Indonesia tanah air beta. “Kita hidup dalam beragam pikiran, seni budaya dan politik di masyarakat. Dengan perbedaan akan terlihat keindahan dalam kebhinekaan tunggal ika wujud harmonisasi kehidupan masyarakat Indonesia. Namun. Saat ini plesetan eling lan waspada dimana waspada terhadap perbuatan jahat agar tidak ketahuan sebagai bentuk degradasi moral yang harus dikikis dalam diri sendiri” ujar KH Syaifulah Yusuf, Wagub Jatim. “Perayaan Waisak merupakan saat yang tepat bagi umat Buddha untuk menggalang kerukunan dalam mempraktekkan ajaran mulia dalam kehidupan sehari-hari” harap Slamet, Pembimas Buddha Depag Jatim.“Momentum Waisak ini menjadi awal yang baik bagi terwujudnya kebersamaan dan keharmonisan umat Buddha yang dapat menjadi berkah bagi umat manusia dan semua mahluk hidup” kata Rudy Budiman, ketua panitia. “ Semoga keluarga Buddhayana Indonesia semakin kompak, bersatu dan bekerjasama mewujudkan keharmonisan umat Buddha di Indonesia” himbau Irwan Pontoh, ketua MBI Jatim.

 
Teatrikal Maha Jaya Manggala Gatha menceritakan perjalanan Siddharta Gautama menjadi Buddha melalui perjalanan berliku-liku. Sang Buddha bersua dengan Alawatha raksasa yang memiliki kebencian dan keangkaramurkaan, lalu bersua Angulimala sang pembunuh 999 manusia yang akhirnya bertobat menjadi pengikut Budha. Kemudian bersua dengan Cincha memfitnah sang Budha telah menghamilinya, berlanjut bersua dengan Sancakha orator hebat yang kalah berdebat dengan sang Buddha. Dan bersua dengan Brahmapakha sang Raja yang serakah kekuasaan.

  

Hikmah teatrikal tersebut agar manusia mengendalikan sifat mara atau kekotoran batin yaitu kebencian, keserakahan, keirihatian, kegelapan batin dengan merawat sifat paramita yaitu cinta kasih, welas asih, simpatik, penerangan batin dalam diri pribadi masing-masing sesuai dengan ajaran Buddha. Upaya menghadapi berbagai rintangan hidup dengan sikap mawas dan introspeksi diri menuju masa depan yang ceria. Sudahkah, anda mempraktekkan sifat Ketuhanan menuju keharmonisan hidup? Segenap Pimpinan, Staff dan Redaksi News. Manycome.com mengucapkan: Selamat hari raya Tri Suci Waisak 2556 BE
Sabbe Sukkhita Hontu, Sarwa Manggalam!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...